MALALAIPOS.ID - Update Berita Terbaru dan Terpercaya

Ribuan Pelanggan PDAM Kerinci Terlantar, Air Tak Mengalir Sepekan, Pemkab Diminta Bertindak!

By admin@malalaipos.id | 1 November 2026

MALALAIPOS,KERINCI – Ribuan pelanggan Perumda Air Minum Tirta Sakti Kabupaten Kerinci mengeluhkan terhentinya pasokan air bersih yang sudah berlangsung hampir sepekan. Gangguan tersebut berdampak pada pelanggan di tiga kecamatan, yakni Tanah Cogok (Tanco), Setinjau Laut, dan Danau Kerinci Barat.

Matinya aliran air PDAM membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, memasak, mencuci pakaian, mencuci piring hingga berbagai keperluan rumah tangga lainnya.

Ironisnya, hingga kini belum ada kepastian dari manajemen Perumda Tirta Sakti maupun Pemerintah Kabupaten Kerinci mengenai kapan pasokan air bersih kembali normal.

Meski pihak PDAM telah berupaya menyalurkan air melalui mobil tangki, bantuan tersebut dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pasalnya, air yang diterima warga hanya cukup untuk kebutuhan minum, sementara kebutuhan mandi, mencuci dan keperluan rumah tangga lainnya masih belum terpenuhi.

Bahkan, tidak semua pelanggan mendapatkan distribusi air dari mobil tangki tersebut.

Kondisi ini membuat kekecewaan warga semakin meningkat. Mereka mendesak manajemen Perumda Tirta Sakti agar mempercepat penanganan kerusakan mesin maupun jaringan pipa yang diduga menjadi penyebab terhentinya distribusi air.

"Ini sudah hampir seminggu air PDAM mati total. Sampai sekarang belum ada kepastian kapan kembali hidup. Seharusnya manajemen PDAM dan Pemerintah Kabupaten Kerinci lebih sigap menangani persoalan ini. Kami sebagai pelanggan merasa kecewa dan dirugikan," ungkap Edi salah seorang warga 

Warga juga meminta Bupati Kerinci turun tangan langsung untuk memastikan persoalan tersebut segera ditangani. Apalagi, gangguan pelayanan ini telah berdampak pada ribuan pelanggan yang tersebar di tiga kecamatan.

Mereka berharap Bupati tidak hanya menerima laporan dari jajaran terkait, tetapi juga turun langsung mengecek kondisi instalasi pengambilan air (intake) PDAM di lapangan untuk mengetahui penyebab utama terhentinya pasokan air.

"Kalau memang mesinnya rusak, segera diperbaiki atau diganti. Kalau memang harus membeli mesin baru, lakukan. Ini menyangkut kebutuhan ribuan masyarakat. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat persoalan yang berlarut-larut," tegasnya.

Warga juga mempertanyakan kualitas pelayanan PDAM yang selama ini masih menghadapi berbagai persoalan, sementara pelanggan tetap diwajibkan membayar tagihan setiap bulan.

Menurut mereka, kewajiban membayar tagihan harus sejalan dengan pelayanan yang diberikan. Ketika pasokan air terhenti hingga berhari-hari, masyarakat tentu berhak mendapatkan penjelasan dan kepastian penanganan dari pihak perusahaan daerah tersebut.

Masyarakat berharap Pemkab Kerinci segera mengambil langkah konkret, meminta manajemen Perumda Tirta Sakti menyampaikan penyebab gangguan secara terbuka, target waktu perbaikan, serta memastikan distribusi air bersih kembali normal.

Sebab, air bersih bukan sekadar kebutuhan tambahan, melainkan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak bisa terus-menerus diabaikan.

Sementara itu Plt Dirut Perumda Tirta Sakti dikonfirmasi Minggu (1/11/2026) belum memberikan tanggapan. Sebelumnya jajaran PDAM mengatakan mesin pompa rusak dan dalam perbaikan. Namun sudah sepekan tak ada kabar lagi. Kondisi di intake koto petai pun terpantau kosong.(Tim)