Pungutan di SMAN 2 Sungai Penuh Resahkan Orang Tua Siswa, Dana BOS Dipertanyakan

Admin 5 September 2025 2 menit baca
Bagikan:
Pungutan di SMAN 2 Sungai Penuh Resahkan Orang Tua Siswa, Dana BOS Dipertanyakan

MALALAI POS, SUNGAIPENUH- Pemerintah melalui program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sejatinya telah menegaskan komitmennya dalam menjamin hak pendidikan setiap anak Indonesia. Dana BOS yang bersumber dari APBN diberikan untuk membiayai berbagai kebutuhan operasional sekolah, mulai dari pengadaan sarana pembelajaran, pembayaran honor guru honorer, pengembangan perpustakaan, hingga pemeliharaan fasilitas sekolah. Tujuannya jelas: agar sekolah dapat berjalan optimal tanpa membebani orang tua siswa.

Namun, kondisi berbeda justru terjadi di SMAN 2 Kota Sungai Penuh. Alih-alih meringankan beban, pihak sekolah diduga masih melakukan sejumlah pungutan yang dinilai cukup memberatkan wali murid.

Beberapa biaya yang diwajibkan kepada siswa antara lain:
Uang komite: Rp 500 ribu per tahun
Kas kelas: Rp 15 ribu per bulan
Uang dekorasi kelas: Rp 50 ribu per tahun (padahal bisa diambil dari dana BOS)
Lembar Kerja Siswa (LKS): Rp 200 ribu per semester
Seragam sekolah: Rp 900 ribu, sementara paket seragam dari sekolah hanya terbatas pada baju olahraga, batik atasan, baju muslim atasan, lambang, ikat pinggang, dan topi

Pungutan ini memicu keluhan dari sejumlah orang tua. Seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengaku sangat keberatan dengan biaya yang harus ditanggung.

“Untuk menyekolahkan anak di SMAN 2, kami harus menyiapkan banyak biaya. Ada uang komite Rp 500 ribu, baju Rp 900 ribu, uang kas Rp 15 ribu per bulan, dekorasi Rp 50 ribu, dan LKS Rp 200 ribu per semester. Tidak semua orang tua mampu. Banyak yang harus pontang-panting, bahkan menjual sayuran di pasar hanya untuk menutupi biaya sekolah anak,” keluhnya.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar terkait efektivitas penggunaan dana BOS, yang seharusnya mampu menutupi kebutuhan dasar operasional sekolah. Para wali murid berharap pemerintah, Dinas Pendidikan, dan pihak sekolah dapat memberikan solusi nyata agar pendidikan benar-benar bisa diakses tanpa beban pungutan tambahan.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Kota Sungai Penuh, Syahdanur Gusmin R, S.Pd., M.M, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp tidak memberikan jawaban, meski pesan yang dikirim terlihat sudah dibaca.
(Ab&tim)

Post Views: 224

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar