MALALAIPOS, SUNGAIPENUH – Muscab (DPC APDESI) Kota Sungai Penuh yang sempat di warnai isu tak sedap beberapa hari lalu hingga kini masih sisakan tanda tanya besar.
Pasalnya, pungutan Dana yang diduga dilakukan oleh Panitia Muscab ke Kades yang hadir dalam acara Muscab APDESI Kota Sungai Penuh belum jelas peruntukannya.
Seperti diketahui sebelumnya, Panitia pelaksana Muscab diduga lakukan pungutan sebesar Rp500 ribu kepada setiap kepala desa, dan jika ditotalkan sebanyak 65 Desa dalam Kota Sungai Penuh dengan dana lebih kurang Rp.32.500.000, (Tiga Puluh dua juta lima ratus ribu rupiah).
“Ya, diminta uang Rp500 ribu per kades, katanya untuk kebutuhan Muscab,” ungkap salah seorang kades yang enggan disebutkan namanya.
Saat awak media mencoba konfirmasi ke Indra Jaya Kades Pondok Agung selaku Ketua Panitia Muscab APDESI Kota Sungai Penuh pada Senin, (22/9/2025) melalui pesan WhatsApp, saat ditanyakan dan dikonfirmasi mengenai dugaan pungutan serta apa-apa saja kegunaan dana tersebut dirinya malah meminta awak media menemui nya dikantor Desa Pondok Agung Kecamatan Pondok Tinggi.
"Datang saja ke kantor pemdes pondok agung biar aku jelaskan" balasnya singkat.
Menindak lanjuti hal ini, upaya konfirmasi berikut pun coba dilakukan, pada Selasa, (23/9/2025) awak media coba mendatangi lansung Kantor Pemdes Pondok Agung, namun lagi- lagi Ketua Panitia Muscab APDESI (Kades Pondok Agung) tidak berada ditempat, dan berdalih sedang acara di Kantor Camat.
"Sudah lama aku nunggu, aku sedang rapat dikantor camat sekarang," ucapnya.
Hingga berita ini dipublish belum diperoleh tanggapan resmi terkait adanya dugaan pungutan serta kegunaan dana tersebut, dan indra jaya selaku Ketua Panitia Muscab dinilai bungkam. (Tim)