MALALAIPOS, KERINCI- Maraknya kejadian Kendaraan Mogok setelah isi minyak Pertalite eceran di Kerinci dan kota sungai Penuh akhir- akhir ini timbulkan keresahan ditengah masyarakat.
Seperti diketahui sebelumnya, Peredaran minyak Pertalite oplosan di Kerinci maupun di Sungai Penuh semakin tak terbendung, Aktivitas ini diketahui sudah terjadi cukup lama, dan mirisnya hingga saat ini belum tersentuh hukum.
"Ya, kemarin motor kami tiba-tiba mogok setelah isi minyak pertalite eceran di warung ***, padahal sebelumnya motor ini tidak ada masalah sama sekali, dilakukan pengecekan di bengkel motor, rupanya minyaknya yang bermasalah," ungkap sumber yang enggan disebut namanya ini.
"Sebelumnya motor anak kami juga mengalami hal yang sama setelah isi minyak pertalite eceran, tiba-tiba mengalami kerusakan, tenaga motor berkurang, lalu mengeluarkan asap," tambahnya.
"Mohon untuk Pihak Penegak hukum, usut masalah minyak yang diduga oplosan seperti ini, jangan sampai nanti semakin banyak konsumen lain yang ikut menjadi korban lagi," pintanya.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari sumber terpercaya, diketahui bahwa biasanya demi Raup keuntungan besar oknum-oknum pemain minyak pertalite oplosan ini diduga mencampur 7 drigen minyak mentah dengan 1 drigen pertalite murni yang kemudian lalu dijual bebas ke pengencer.
Tentunya hal ini pun mendapat kritikan keras dari kalangan aktivis kerinci sungai Penuh, Yoseprizal salah seorang aktivis Kerinci Sungai penuh, mengatakan bahwa saat ini keberadaan Minyak Pertalite oplosan sudah kian meresahkan, Dirinya berharap aparat hukum untuk segera mengambil tindakkan tegas atas hal ini.
“Sejauh ini data yang kami peroleh dilapangan, diantara sekian banyak pemain minyak pertalite oplosan, ada oknum yang berasal dari Kecamatan Depati tujuh, koto baru, Sungai Liuk dan lainnya" sebut Yosep.
“Masalah ini sudah lama terjadi di Kerinci dan Kota Sungai Penuh, aparat hukum jangan tutup mata dan seolah tidak tahu adanya permainan minyak pertalite oplosan seperti ini, kalau memang nanti juga tidak ada tindakan tegas dari aparat hukum kita, kami tidak akan tinggal diam, masalah ini akan kita lapor dan bawa lagi ke tingkat Polda Jambi untuk di usut tuntas," pungkas Yosep. (RK)