MALALAIPOS, SUNGAI PENUH – Proyek rehabilitasi jaringan irigasi di Desa Cangking, Kecamatan Sungai Penuh, yang dilaksanakan oleh PT WIKA dengan sumber dana dari OP4 Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi, menuai kritik tajam dari masyarakat setempat.
Proyek infrastruktur vital bagi pertanian ini dinilai terkesan asal jadi, dengan mutu dan kualitas diragukan.
Sorotan utama muncul dari teknik pemasangan material, khususnya besi warmesh pabrikan yang digunakan Disinyalir tak sesuai standar.
Sejumlah warga yang mengamati proses pengerjaan konstruksi irigasi di lapangan menemukan indikasi pelanggaran standar teknis yang berpotensi memengaruhi kekuatan dan daya tahan bangunan.
Temuan di Lapangan, Besi warmesh yang seharusnya dipasang utuh sebagai perkuatan struktur beton terlihat dipasang secara terputus-putus atau tidak menerus. Bagian besi yang terputus tersebut, salah satunya terlihat di dekat dinding irigasi, yang terpasang putus lebih kurang 50 sentimeter.
Praktik pemasangan seperti ini sangat dikhawatirkan akan mengurangi kekuatan tarik beton, membuat dinding irigasi rentan retak dan jebol dalam jangka pendek, sehingga tidak mampu menahan tekanan air secara optimal.
Menindak lanjuti hal ini, Masyarakat Desa Cangking mendesak pihak BWSS VI Jambi, selaku pemilik proyek (OP4), dan PT WIKA, sebagai pelaksana, untuk segera memberikan klarifikasi dan mengambil tindakan korektif.
"Kami berharap proyek ini bisa bermanfaat jangka panjang, bukan hanya seumur jagung. Jika pemasangan besi warmesh saja sudah seperti ini, bagaimana dengan kualitas campuran beton dan fondasi? Kami minta pihak berwenang melakukan audit mendalam terhadap mutu pekerjaan ini," ujar salah seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.
Lanjutnya, "Proyek yang bertujuan mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian di Kota Sungai Penuh ini dikhawatirkan akan menjadi sia-sia jika kualitas konstruksinya tidak sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan."
"Masyarakat menuntut transparansi dan pertanggungjawaban agar dana negara yang dialokasikan benar-benar menghasilkan infrastruktur irigasi yang kuat dan berkelanjutan," tutupnya.
Sementara itu pihak BWSS VI Jambi dan PT WIKA sebagai pelaksana, hingga berita ini dipublish belum diperoleh keterangan resminya terkait hal ini. (PT)