Proyek Milik Orang Ternama di Kerinci Mangkrak, Warga Protes Banyak Korban Berjatuhan

Admin 19 Desember 2025 2 menit baca
Bagikan:
Proyek Milik Orang Ternama di Kerinci Mangkrak, Warga Protes Banyak Korban Berjatuhan

MALALAIPOS,KERINCI – Proyek pelebaran ruas jalan dari Simpang Belui menuju Belui Tinggi, yang dikerjakan oleh CV. Fariq Kontrindo dengan pagu anggaran senilai Rp. 800.000.000, hingga kini dilaporkan mangkrak dan belum dilanjutkan pekerjaan pengecoran (cor) jalan.

​Sejak pekerjaan Mangkrak hampir dua minggu lebih, pengguna jalan dihadapkan pada sisa-sisa material konstruksi yang berserakan di sepanjang jalan. Material seperti batu kerikil, tanah bekas galian, dan puing-puing lainnya tidak dirapikan, menyebabkan jalan menjadi kotor, licin, dan sulit dilalui tak heran beberapa hari ini banyak warga yang menjadi korban atas mangkraknya proyek jalan ini.


​"Kami sangat terganggu dengan kondisi jalan sekarang. Debu banyak saat kemarau, dan material bekas proyek berserakan. Ini bahaya, apalagi kalau malam hari, kemarin beberapa warga sempat jatuh akibat melintasi jalan ini" ujar salah satu warga Belui yang enggan disebutkan namanya.


​Kekhawatiran terbesar datang dari kondisi galian pelebaran jalan yang masih terbuka lebar dan belum ditutup hingga saat ini. Galian ini umumnya berada di bahu jalan dan digunakan untuk memperlebar jalur, namun dibiarkan tanpa pengamanan memadai.


​Kondisi ini sangat dikhawatirkan dapat membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor atau mobil yang menghindari sisa-sisa material di badan jalan, sehingga berisiko terperosok ke dalam galian.


​"Galiannya cukup dalam dan dibiarkan terbuka begitu saja tanpa ada dipasang rambu-rambu atau peringatan, Kami takut kalau ada pengguna jalan yang kurang awas, apalagi saat cuaca buruk atau kondisi gelap. Ini jelas-jelas membahayakan keselamatan," tambah warga tersebut.


​Proyek yang dikabarkan milik orang ternama (H. And*) ini yang anggarannya cukup besar ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi konektivitas dan perekonomian desa. Namun, dengan terhentinya pekerjaan, yang tersisa hanyalah gangguan dan risiko kecelakaan.


​Warga mendesak pihak kontraktor, CV. Fariq Kontrindo, dan dinas terkait dari Pemerintah Daerah untuk segera melanjutkan pekerjaan pengecoran jalan, merapikan sisa-sisa material, dan memberikan pengamanan yang layak pada galian pelebaran jalan.


​"Kami minta proyek ini segera dilanjutkan. Jangan biarkan uang negara Rp. 800 juta itu terbuang sia-sia dan malah menjadi sumber masalah baru bagi masyarakat," tutupnya.


​Terpisah saat dikonfirmasi Rinaldi yang diketahui selaku tangan kanan (H.And*) pada Rabu, 17/12/2025, melalui pesan whatsaap tak mendapat tanggapan meski pesan bercontreng dua, dan Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak CV. Fariq Kontrindo maupun instansi Pemerintah yang bertanggung jawab atas proyek ini. (Red)

Post Views: 333

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar