MALALAIPOS,KERINCI-Sebuah insiden tragis menimpa seorang pengendara sepeda motor remaja IN (22) alamat Desa koto baru semurup kabupaten Kerinci, pada Selasa (8/7) sekitar jam 18.30 wib.
Kecelakaan lalulintas tunggal yang merenggut nyawa remaja laki-laki (IN) ini diketahui menabrak tumpukan material batu pasir proyek P3TGAI (Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi) yang diletakkan di badan jalan tanpa rambu-rambu peringatan atau lampu pengaman.
Keluarga dan masyarakat mendesak pihak kepolisian untuk segera menyelidiki serta memproses hukum pengurus proyek yang dinilai lalai dalam meletakkan material bangunan secara sembarangan.
Berdasarkan keterangan warga setempat, tumpukan batu tersebut sudah beberapa hari berada di pinggir hingga memakan badan jalan tanpa adanya tanda peringatan, lampu darurat, ataupun garis pengaman (police line).
Kondisi jalan yang gelap pada malam hari atau minimnya penerbitan pengaman membuat keberadaan material batu tersebut tidak terlihat oleh korban, sehingga tabrakan maut tidak dapat dihindarkan.
Akibat benturan keras dengan tumpukan batu material proyek tersebut, korban mengalami luka parah di bagian kepala dan tubuhnya. Meskipun sempat mendapatkan pertolongan, nyawa remaja tersebut tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.
Kematian korban akibat kelalaian ini memicu kemarahan serta keprihatinan mendalam dari pihak keluarga dan masyarakat sekitar. Warga menilai pihak pelaksana proyek, pengurus, maupun penanggung jawab lapangan P3TGAI di Semurup telah bertindak ceroboh dan mengabaikan standar keselamatan kerja (K3) serta keselamatan pengguna jalan umum.
Masyarakat mendesak jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kerinci untuk segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh di lokasi kejadian.
Polisi diminta untuk:
Memeriksa Penanggung Jawab Proyek: Memanggil pihak rekanan, ketua kelompok P3TGAI, atau mandor proyek yang bertanggung jawab atas penempatan material tersebut.
Mengusut Unsur Kelalaian: Menyelidiki apakah ada unsur kelalaian fatal yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain akibat pembiaran material di fasilitas umum tanpa rambu pengaman.
Memproses Hukum Tegas: Memberikan sanksi hukum yang tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku agar insiden serupa tidak terulang kembali di proyek-proyek pembangunan lainnya.
Warga berharap kasus ini dapat segera diusut secara transparan oleh aparat penegak hukum guna memberikan keadilan bagi keluarga korban yang ditinggalkan sekaligus memberikan efek jera bagi para pelaksana proyek agar lebih mengutamakan keselamatan publik. (Red)