Timur FC & Gelora Buana Kecam Keputusan Komdis Askab PSSI Kerinci, Layangkan Ancaman Demo ke Bupati

[email protected] 17 September 2026 2 menit baca
Bagikan:
Timur FC & Gelora Buana Kecam Keputusan Komdis Askab PSSI Kerinci, Layangkan Ancaman Demo ke Bupati

MALALAIPOS, ​KERINCI — Ketegangan melanda dunia sepak bola lokal menyusul diterbitkannya surat keputusan skorsing secara mendadak oleh Komite Disiplin (Komdis) Askab PSSI Kerinci. Manajemen klub Timur FC dan Gelora Buana secara resmi mengeluarkan pernyataan keras mengutuk keputusan tersebut yang dinilai cacat hukum, etis, dan prosedural.

​Surat skorsing mendadak itu menyasar dua pemain kunci, yakni Jaker Pebdini dari Timur FC dan Aerifki dari Gelora Buana. Keputusan ini dinilai sangat merugikan klub, terutama karena keduanya diproyeksikan tampil dalam ajang Bupati Cup Penawar.

​Poin Utama Protes Manajemen Klub:

​Prosedur Abai dan Tanpa Pemanggilan: Manajemen menegaskan bahwa proses skorsing pemain tidak bisa dilakukan sembarangan. Keduanya tidak pernah sama sekali dipanggil untuk dimintai keterangan atau klarifikasi sebelum sanksi dijatuhkan.

​Kejanggalan Jabatan Komdis: Sdr. Ade Jenni Putra, selaku pihak yang menandatangani surat, dalam percakapan WhatsApp justru mengaku tidak tahu apa-apa dan menyebut dirinya hanya Komdis Bupati Cup Penawar, yang memunculkan kebingungan mengapa ia menandatangani surat resmi PSSI.

​Dugaan Rangkap Jabatan & Benturan Kepentingan: Berdasarkan Statuta PSSI terkait klausul independensi badan yudisial, anggota Komdis dilarang keras merangkap jabatan sebagai perangkat pertandingan atau wasit aktif. Sdr. Ade diketahui merupakan pemegang lisensi wasit aktif, sehingga keputusan yang dibuat dinilai cacat etis dan yuridis.

​Legalitas Pengurus PSSI Diragukan: Manajemen mengungkapkan bahwa pengurus Askab PSSI Kerinci hingga saat ini belum dilantik secara sah melalui Kongres/Muscab. Sesuai aturan, Exco yang belum sah tidak memiliki kewenangan membentuk Komdis, sehingga sanksi yang dikeluarkan otomatis tidak sah.

​Ancaman Aksi Demonstrasi: Jika PSSI tidak segera menyelesaikan persoalan ini dan pemain mereka tetap dilarang tampil di Bupati Cup Penawar, pihak manajemen bersama para suporter mengancam akan menggelar aksi demo serta meminta Bupati Kerinci agar tidak melantik pengurus PSSI tersebut.

​"Jangan sembarangan tanda tangan surat kalau tidak mengerti permasalahannya, karena ini bisa merugikan banyak orang," tegas perwakilan manajer Timur FC dan Gelora Buana.

​Manajemen menduga ada kesengajaan dari pihak PSSI yang menerbitkan surat skorsing berdekatan dengan digelarnya Bupati Cup Penawar untuk menjegal pemain mereka, mengingat saat Kejurkab di Sulak Panjang sebelumnya, surat tersebut sempat diminta namun tidak pernah diberikan. Selain itu, dalam regulasi Bupati Cup maupun undangan seleksi Gubernur Cup, tidak ada aturan yang menyatakan pemain yang absen seleksi akan disekor.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen kedua klub masih menunggu klarifikasi tegas dan penyelesaian dari pihak Askab PSSI Kerinci sebelum mengambil langkah hukum maupun aksi lanjutan. (tim)

Post Views: 38

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar