Derita Gibran Bocah Kerinci: Sakit Sejak Bayi, Jual Harta, hingga Harapan Bantuan Pemerintah
MALALAIPOS, KERINCI — Perjuangan keluarga Muhammad Gibran, bocah berusia 9 tahun asal Desa Baru Semerah, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, Jambi, untuk mendapatkan pengobatan terus dilakukan di tengah kondisi ekonomi yang serba terbatas.
Gibran disebut telah mengalami sakit sejak usia sekitar lima bulan. Saat ini, ia sedang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Bukittinggi, Sumatera Barat, dan didampingi oleh kedua orang tuanya.
Selama bertahun-tahun, kedua orang tua Gibran terus berusaha mencari pengobatan terbaik bagi anak mereka. Keterbatasan ekonomi tidak membuat mereka menyerah. Bahkan, harta benda yang dimiliki disebut telah dijual untuk membantu membiayai kebutuhan pengobatan Gibran.
Kondisi tersebut kemudian mendapat perhatian dari Sopan Sopian, salah seorang aktivis di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Ia berharap pemerintah daerah dapat hadir melihat secara langsung kondisi keluarga yang sedang menghadapi persoalan tersebut.
“Di mana letak kepedulian pemerintah daerah dalam menanggapi keadaan salah satu warga yang sangat membutuhkan perhatian pemerintah, dalam keadaan ekonomi yang sangat terjepit?” ujar Sopan.
Menurutnya, pemerintah memiliki peran penting dalam memastikan masyarakat yang membutuhkan mendapatkan perhatian dan akses terhadap pelayanan yang tersedia sesuai dengan ketentuan.
Ia juga mengaitkan persoalan tersebut dengan nilai keadilan sosial yang menjadi bagian dari Pancasila.
“Di mana keadilan dan nilai Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia?” katanya.
Sopan berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah nyata dengan melihat kondisi Gibran dan keluarganya serta melakukan koordinasi dengan pihak terkait guna mencari solusi yang dapat membantu meringankan beban keluarga.
Menurutnya, persoalan Gibran bukan sekadar persoalan satu keluarga, tetapi juga menyangkut kepedulian sosial terhadap masyarakat yang sedang berada dalam kondisi sulit.
Keluarga Gibran hingga kini masih menaruh harapan agar anak mereka mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan kondisinya dan dapat memperoleh pelayanan terbaik.
Di tengah perjuangan panjang tersebut, perhatian pemerintah dan kepedulian masyarakat menjadi harapan bagi keluarga Gibran untuk terus bertahan dan memperjuangkan kesembuhan anak mereka. (TIM)