MALALAIPOS.ID - Update Berita Terbaru dan Terpercaya

Kejari Sungai Penuh Terus Usut Dana Desa, Desakan Audit Khusus Mengalir untuk Desa Tanjung Bunga

By admin@malalaipos.id | 8 September 2026

MALALAIPOS, ​SUNGAI PENUH — Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungai Penuh terus menunjukkan taringnya dalam mengusut kasus dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) di wilayah hukum Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Kinerja Korps Adhyaksa ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat yang memberikan dukungan penuh atas langkah tegas yang diambil belakangan ini.

​Sejumlah desa dikabarkan telah mengembalikan kerugian keuangan negara akibat temuan penyimpangan. Di sisi lain, ketegasan Kejari Sungai Penuh juga dibuktikan dengan ditetapkannya oknum kepala desa sebagai tersangka dan ditahan beberapa waktu lalu.

​Di tengah gencar-gencarnya pengusutan tersebut, desakan baru kini muncul dari kalangan aktivis Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Mereka mendesak Kejari untuk "membuka kotak Pandora" dengan memeriksa pengelolaan Dana Desa Tanjung Bunga, Kecamatan Tanah Kampung, yang saat ini kuat dugaan terindikasi korupsi.

​"Ya, apresiasi setinggi-tingginya untuk Kejari Sungai Penuh yang akhir-akhir ini sudah gencar mengusut penyelewengan dana desa yang ada di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Beberapa temuan kerugian negara ada yang sudah dikembalikan, ada yang sudah ditahan, dan ada juga yang sedang dalam proses," ujar Joni Efendi, salah seorang aktivis Kota Sungai Penuh, Selasa (8/9/2026).

​Pasca hangatnya pemberitaan terkait Desa Tanjung Bunga, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh, dalam beberapa waktu terakhir, Joni berharap pihak penegak hukum tidak ragu untuk menyelidiki lebih dalam.

​"Untuk Kota Sungai Penuh, kami meminta pihak Kejari juga melirik dan melakukan audit khusus terhadap Dana Desa Tanjung Bunga, pasca hangatnya pemberitaan dugaan korupsi dana desa ini," tegasnya.

​Tidak hanya sekadar mendesak, para aktivis juga menyatakan kesiapan mereka untuk mengawal proses hukum tersebut dengan membantu menyediakan tambahan data serta kelengkapan bukti pendukung lainnya.

​"Kami selaku aktivis Kota Sungai Penuh siap membantu tambahan kelengkapan data dan kelengkapan bukti lainnya atas dugaan korupsi dana desa Tanjung Bunga ini jika dibutuhkan nantinya, kini kami menanti audit khusus dari Kejari Sungai Penuh untuk desa Tanjung Bunga ini," pungkasnya.

Sementara itu, pihak Kejari Sungai penuh hingga berita ini dipublish belum diperoleh tanggapan resminya terkait desakan ini. (Tim)