MALALAIPOS.ID - Update Berita Terbaru dan Terpercaya

KERINCI, NEGERI SERIBU JEJAK MEGALITIK

By admin@malalaipos.id | 10 September 2026

MALALAIPOS, KERINCI — Kabupaten Kerinci bukan hanya dikenal karena keindahan alam dan kemegahan Gunung Kerinci. Di balik hamparan lembah, perbukitan dan permukiman masyarakat, tersimpan jejak panjang kehidupan manusia masa lampau yang terpahat pada batu-batu megalitik.

Berbagai peninggalan seperti batu silindrik, menhir, batu berelief, batu lumpang, punden berundak hingga Batu Rajo menjadi bagian dari kekayaan sejarah dan budaya Kerinci. Sejumlah tinggalan tersebut tersebar di berbagai kawasan dataran tinggi Kerinci dan menjadi bukti penting dalam memahami perkembangan tradisi masyarakat masa lalu.

Salah satu kawasan yang memiliki tinggalan megalitik adalah Desa Muak, Kecamatan Bukit Kerman. Situs ini antara lain menyimpan batu berelief, batu lumpang dan batu silindrik. Balai Pelestarian Kebudayaan mencatat bahwa tradisi megalitik di kawasan ini berkaitan dengan kehidupan dan kepercayaan masyarakat terhadap leluhur.

Jejak serupa juga ditemukan di sejumlah lokasi lainnya, termasuk Pulau Sangkar, Jujun, Lempur, Lolo Gedang, Pulau Tengah dan kawasan lainnya. Kajian arkeologi menunjukkan adanya persebaran situs megalitik di Dataran Tinggi Jambi dengan karakter dan orientasi yang beragam.

Batu Silindrik, Pesan yang Terpahat di Masa Lampau

Salah satu tinggalan yang paling menarik adalah batu silindrik. Bentuknya berupa batu besar memanjang dan pada beberapa situs terdapat pahatan atau relief.

Di kawasan Kerinci, relief pada tinggalan megalitik antara lain menggambarkan figur manusia, hewan dan motif geometris. Temuan tersebut memberikan gambaran bahwa batu bukan hanya digunakan sebagai benda fisik, tetapi memiliki makna sosial, budaya dan kepercayaan bagi masyarakat pendukungnya.

Karena itu, setiap batu megalitik di Kerinci sesungguhnya merupakan bagian dari sebuah cerita besar tentang manusia, alam dan keyakinan masyarakat pada masa lampau.

Negeri Seribu Jejak yang Perlu Dijaga

Keberadaan situs-situs megalitik tersebut merupakan kekayaan yang tidak ternilai bagi Kabupaten Kerinci. Selain memiliki nilai arkeologis, peninggalan tersebut juga dapat dikembangkan sebagai sumber pendidikan sejarah, penelitian serta wisata budaya.

Namun, pengembangan tersebut harus berjalan seiring dengan pelestarian. Situs megalitik bukan sekadar objek wisata, melainkan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan identitas bagi masyarakat Kerinci.

Kerinci dengan demikian layak diperkenalkan bukan hanya sebagai negeri dengan panorama alam yang luar biasa, tetapi juga sebagai “Negeri Seribu Jejak Megalitik”—sebuah kawasan yang menyimpan potongan-potongan sejarah peradaban manusia yang masih dapat disaksikan hingga hari ini.

Batu-batu tua itu tetap berdiri dan terbaring di tengah perubahan zaman. Diam, tetapi menyimpan cerita.

Tugas generasi sekarang adalah membaca, merawat dan meneruskan cerita tersebut kepada generasi berikutnya.

Kerinci bukan hanya memiliki keindahan alam. Kerinci memiliki jejak peradaban yang terpahat pada batu.(MR)