MALALAIPOS, KERINCI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kerinci, Tomi Emiral dan Elyusnadi, baru-baru ini melaksanakan kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat atau Reses di wilayah Kecamatan Depati Tujuh.
Kegiatan ini difokuskan di Empat Desa Belui dan berlangsung di tiga lokasi berbeda untuk menjangkau seluruh elemen masyarakat.
Reses yang merupakan masa penting bagi anggota dewan untuk bertemu langsung dengan konstituen ini dilaksanakan di:
Desa Belui Tinggi
Desa Pahlawan Belui
Rumah Adat Tigo Lurah Empat Desa Belui
Dalam sambutannya, kedua anggota dewan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan reses ini adalah mekanisme resmi untuk mendengarkan secara langsung keluhan, masukan, dan harapan masyarakat.
Hal ini bertujuan agar program-program pembangunan yang akan diusulkan ke Pemerintah Daerah dapat benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
Berbagai Aspirasi Masyarakat Ditampung
Masyarakat dari empat desa (Belui Tinggi, Pahlawan Belui, Belui, dan Simpang Belui) tampak antusias menghadiri sesi dialog tersebut. Berbagai aspirasi disampaikan, mulai dari isu infrastruktur, pertanian, kesehatan, hingga pendidikan.
Dalam Reses kali ini masyarakat lebih banyak menyoroti perlunya perbaikan saluran irigasi dan normalisasi sungai yang selama ini menjadi keluhan dan kendala masyarakat.
"Ya, disaat musim kemarau, lahan sawah kami selalu kekeringan dan kekurangan air, sedangkan setiap datangnya musim hujan malah kebanjiran, hal ini perlu sekali menjadi perhatian kita bersama," ucap salah satu peserta reses.
Anggota DPRD, Tomi Emiral dan Elyusnadi, mencatat seluruh masukan yang disampaikan. Keduanya berkomitmen untuk memperjuangkan aspirasi tersebut agar dapat diakomodir dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kerinci tahun mendatang.
"Semua usulan yang telah disampaikan oleh bapak/ibu sekalian akan kami bawa ke sidang dewan dan kami perjuangkan melalui fraksi. Ini adalah janji kami sebagai wakil rakyat," ujar salah satu anggota dewan dalam penutupan kegiatan reses.
Dan dalam reses tersebut tak luput juga sempat dibahas tentang persiapan kenduri sko Empat Desa Belui yang sebentar lagi akan digelar sekitar tahun 2026 mendatang.
Kegiatan Reses berjalan lancar dan diakhiri dengan sesi foto bersama serta harapan dari masyarakat agar kunjungan serupa dapat terus dilakukan secara berkala. (Red)