Disorot! Proyek Rabat Beton Depan RSU MH Thalib Sungai Penuh Diduga Cacat Mutu

Admin 21 November 2025 2 menit baca
Bagikan:
Disorot! Proyek Rabat Beton Depan RSU MH Thalib Sungai Penuh Diduga Cacat Mutu

MALALAIPOS, SUNGAI PENUH – Proyek pembangunan jalan rabat beton di ruas jalan depan Rumah Sakit Umum (RSU) Mayjen H.A. Thalib, Kota Sungai Penuh, yang tengah dilaksanakan oleh pihak kontraktor tuai kritik tajam dari masyarakat dan sejumlah aktivis kota sungai penuh.

Proyek infrastruktur yang tengah dikerjakan tersebut dinilai minim mutu dan kualitas, bahkan terindikasi mengalami kerusakan dini.


​Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Beberapa bagian badan jalan rabat beton sudah terlihat retak-retak, menimbulkan keraguan serius terhadap kekuatan dan daya tahan konstruksi.


​"Baru sebentar jadi, jalannya sudah retak. Kami ragu dengan kualitas beton yang dipakai. Jangan-jangan tidak sesuai dengan spesifikasi teknisnya," ujar salah seorang warga yang sering melintas di area tersebut.


​Keraguan publik semakin menguat lantaran proyek ini diduga dikerjakan dengan standar mutu yang rendah. Selain masalah keretakan, yang paling menonjol adalah ketiadaan papan nama atau papan informasi proyek di lokasi pekerjaan.


Kerusakan dini memicu pertanyaan tentang apakah mutu beton yang digunakan telah mencapai standar yang ditetapkan dalam kontrak.


​Selain itu, tiadanya papan informasi merupakan pelanggaran terhadap prinsip transparansi anggaran publik dan menyulitkan masyarakat untuk mengetahui rincian anggaran, kontraktor pelaksana, dan waktu pengerjaan proyek.


​Aktivis Kota Sungai Penuh Penhadi mendesak Dinas PUPR segera memberikan penjelasan teknis terkait temuan kerusakan ini. Dirinya juga menuntut transparansi penuh terkait spesifikasi teknis dan pelaksanaan proyek, khususnya perihal dugaan ketiadaan alat uji mutu di lapangan saat pengerjaan.


​"Papan proyek itu wajib ada sebagai bentuk transparansi. Ketika papan proyek tidak dipasang dan hasilnya cepat rusak, ini patut diduga ada indikasi kecurangan atau mark-up anggaran," tegas penhadi.

Sementara itu Kabid Bina Marga PUPR Kota Sungai Penuh serta pihak kontraktor hingga berita ini dipublish belum diperoleh keterangan dan tanggapan resminya terkait permasalahan ini. (Tim)

Post Views: 204

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar