Premanisme Rokok Ilegal Jambi: Demo Dibubarkan, Aktivis Diancam Dipenggal

[email protected] 27 Juli 2026 2 menit baca
Bagikan:
Premanisme Rokok Ilegal Jambi: Demo Dibubarkan, Aktivis Diancam Dipenggal

MALALAIPOS,JAMBI - Eskalasi penindakan rokok ilegal di Provinsi Jambi memasuki babak baru yang kian mencekam. Aktivis Gerakan Tangan Rakyat (GETAR) Jambi mengaku mendapat serangkaian intimidasi hingga ancaman pembunuhan dari kelompok preman yang diduga menjadi pelindung (becking) peredaran rokok tanpa pita cukai resmi tersebut.

Teror ini membuntut penyerangan aksi unjuk rasa damai GETAR di depan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Jambi baru-baru ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, massa aksi sempat dibubarkan secara paksa oleh beberapa orang. Tak berhenti di situ, beberapa anggota GETAR bahkan digiring ke sebuah kediaman yang disinyalir milik salah satu bos besar atau keamanan dari jaringan rokok ilegal di wilayah Jambi.

Seorang sumber dari GETAR yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan mengungkapkan bahwa tekanan psikologis dan fisik terus menyasar para aktivis hingga saat ini.

"Kami terus diteror. Bahkan muncul pernyataan ancaman bahwa kami akan dibunuh, dipenggal, hingga rumah-rumah kami didatangi untuk dicari," ujar sumber tersebut saat dikonfirmasi, Senin (27/7/2026).

Menurut sumber itu, intimidasi digerakkan oleh kelompok preman berkode inisial K dan A bersama rombongannya. Kendati di bawah bayang-bayang ancaman keselamatan jiwa, konsorsium aktivis ini menegaskan tidak akan mundur. Pihaknya tengah mematangkan berkas bukti, termasuk rekaman suara dan video, untuk membawa kasus ini ke jalur hukum.

Pengusutan peredaran rokok tak berizin ini membongkar sederet merek yang menjamur bebas di pasaran Jambi. Beberapa di antaranya yang berhasil diidentifikasi mencakup merek AO, Duta, Zeez, Rasta, Slava, Oris, Lufman, Smith, Manchester, Gess, hingga Titan.

Penyebaran puluhan merek rokok ilegal ini dinilai tidak hanya merugikan penerimaan negara hingga miliaran rupiah, tetapi juga merusak tatanan penegakan hukum di daerah karena dibentengi oleh praktik premanisme.

Atas pembiaran dan dugaan keterlibatan oknum tertentu, GETAR berencana melayangkan laporan resmi tidak hanya ke aparat penegak hukum (APH) tingkat daerah, tetapi juga memboyong kasus ini ke level pusat.

"Kami siap melaporkan seluruh bentuk intimidasi dan aksi premanisme ini ke kepolisian. Selain itu, kinerja Bea Cukai Jambi akan kami laporkan langsung ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Jakarta agar dilakukan evaluasi total," tegas perwakilan GETAR.

Hingga berita ini diturunkan, pihak KPPBC Tipe Madya Pabean B Jambi maupun instansi kepolisian setempat masih dalam tahap konfirmasi resmi terkait insiden penghadangan demonstrasi dan dugaan ancaman pembunuhan yang menimpa para aktivis tersebut.

Post Views: 213

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar