Skandal P3-TGAI Kerinci: Muncul Dugaan Keterlibatan Oknum Anggota DPRD dan Petinggi Partai

[email protected] 3 Agustus 2026 2 menit baca
Bagikan:
Skandal P3-TGAI Kerinci: Muncul Dugaan Keterlibatan Oknum Anggota DPRD dan Petinggi Partai

MALALAIPOS,​KERINCI — Kasus dugaan pemotongan dana dalam pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Kabupaten Kerinci kembali mencuat ke permukaan publik. Program yang seharusnya menjadi solusi bagi infrastruktur pertanian ini justru diwarnai praktik dugaan pungutan liar dengan dalih fee proyek.

​Informasi yang dihimpun dari sumber terpercaya yang juga merupakan ketua kelompok tani pelaksana P3-TGAI tahun ini di Kabupaten Kerinci mengungkapkan bahwa potongan yang dikenakan pada setiap kelompok tani mencapai 31% dari total alokasi anggaran.

​Dari pagu anggaran sebesar Rp195.000.000 per kelompok, dana yang dipotong mencapai sekitar Rp61.000.000. Praktik ini membuat dana yang tersisa untuk pembangunan fisik hanya tinggal sekitar Rp130 juta.

​Berdasarkan penelusuran, anggaran kegiatan P3-TGAI tersebut bersumber penuh dari usulan Aspirasi Pokok Pikiran (Pokir) Edi Purwanto, yang saat ini menjabat sebagai Anggota Komisi V DPR RI sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi.

​Program yang digadang-gadang sebagai bentuk dukungan nyata bagi kesejahteraan petani di Kabupaten Kerinci ini dikabarkan tergerus sebelum manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

​Kasus ini semakin disorot publik setelah muncul dugaan kuat keterlibatan sejumlah oknum politisi lokal. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pemotongan besar-besaran ini diduga melibatkan oknum Anggota DPRD Kabupaten Kerinci dari Dapil I berinisial JE serta Ed selaku ketua partai politik tingkat Kabupaten Kerinci.

​“Ya, setoran sebanyak Rp61 juta ini memang ada. Dari sekian anggaran, kini tinggal tersisa sekitar Rp130 jutaan lagi yang akan kami kelola. Terkadang kami bingung, dengan anggaran yang tinggal sebanyak itu, bagaimana kami bisa membangun irigasi yang kuat dan awet? Ini sangat memberatkan kami dan merugikan petani,” ujar salah satu narasumber yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program, Jumat (1/8/2026).

​Adanya pemotongan dana dalam skala besar ini memicu kekhawatiran serius di kalangan petani. Penurunan anggaran secara signifikan dinilai akan berdampak langsung pada kualitas fisik jaringan irigasi yang dibangun sehingga berisiko tidak memenuhi standar teknis yang ditetapkan.

​Pekerjaan dikhawatirkan hanya akan dilakukan seadanya, penggunaan bahan baku tidak sesuai spesifikasi, serta struktur bangunan menjadi rentan dan mudah rusak dalam waktu singkat. Akibatnya, tujuan utama program untuk memperlancar aliran pengairan dan meningkatkan produktivitas hasil panen petani di Kabupaten Kerinci terancam gagal total.

​Hingga berita ini diturunkan, oknum Anggota DPRD Kabupaten Kerinci JE yang diduga terlibat, maupun pihak pengusul anggaran Edi Purwanto, belum memberikan tanggapan atau konfirmasi resmi terkait dugaan pemotongan dana P3-TGAI tersebut. (Tim)

Post Views: 42

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar