Nama RSUD Ditambah “JUARA”, Pengelola Dinilai Keliru dan Tak Menghargai Sejarah Pendirian Rumah Sakit

[email protected] 14 Juni 2026 3 menit baca
Bagikan:
Nama RSUD Ditambah “JUARA”, Pengelola Dinilai Keliru dan Tak Menghargai Sejarah Pendirian Rumah Sakit

MALALAI POS, SUNGAIPENUH- Munculnya tulisan “RSUD Mayjen H.A. Thalib JUARA” dalam materi publikasi rumah sakit menuai sorotan. Sejumlah kalangan menilai penambahan kata “JUARA” pada nama RSUD Mayjen H.A. Thalib merupakan langkah yang keliru karena berpotensi mengaburkan identitas resmi rumah sakit sekaligus mengesankan adanya pencampuran antara institusi pelayanan publik dengan jargon politik kepala daerah.


RSUD tersebut secara resmi dikenal sebagai RSUD Mayjen H.A. Thalib Kota Sungai Penuh, sebagaimana tercantum dalam berbagai dokumen dan publikasi resmi rumah sakit. Bahkan pada situs resmi rumah sakit, nama yang digunakan tetap RSUD Mayjen H.A. Thalib Sungai Penuh tanpa embel-embel tambahan lainnya. 


Kritik yang berkembang bukan semata pada penggunaan kata “JUARA”, melainkan karena istilah tersebut diketahui sebagai slogan yang selama ini identik dengan kepala daerah yang sedang berkuasa, bukan nama maupun identitas resmi Pemerintah Kota Sungai Penuh.


Menurut sejumlah pemerhati kebijakan publik, rumah sakit daerah merupakan institusi pelayanan kesehatan milik masyarakat yang harus dijaga netralitasnya dari simbol, jargon, maupun identitas politik yang melekat pada figur tertentu.


“Kalau slogan pelayanan silakan saja, tetapi ketika ditempel berdampingan dengan nama resmi rumah sakit hingga seolah menjadi bagian dari identitas institusi, tentu menimbulkan pertanyaan publik. Apa dasar hukumnya? Apakah sudah menjadi nama resmi rumah sakit atau hanya slogan politik yang dibawa masuk ke ruang pelayanan publik?” ujar salah seorang pemerhati pemerintahan daerah.


Selain persoalan netralitas, penambahan kata “JUARA” juga dinilai kurang menghargai sejarah dan tokoh yang namanya diabadikan sebagai nama rumah sakit tersebut.


Nama Mayjen H.A. Thalib bukan sekadar nama gedung atau institusi kesehatan. Nama tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada sosok yang memiliki sejarah dan jasa bagi daerah. Karena itu, identitas rumah sakit seyogianya dipertahankan sebagaimana mestinya tanpa ditambah embel-embel yang berpotensi menggeser makna penghormatan tersebut.


“Pengelola rumah sakit seharusnya menjaga marwah nama RSUD Mayjen H.A. Thalib. Nama itu adalah penghormatan kepada tokoh yang telah diabadikan oleh daerah. Jangan sampai nama yang sudah memiliki nilai sejarah justru ditutupi atau dibayangi oleh slogan yang identik dengan kekuasaan yang sifatnya sementara,” kata sumber tersebut.


Di sisi lain, masyarakat menilai manajemen RSUD seharusnya lebih fokus pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, sarana dan prasarana, serta kesejahteraan tenaga medis daripada membangun pencitraan melalui slogan-slogan yang berpotensi menimbulkan polemik.


Terlebih, dalam beberapa waktu terakhir RSUD Mayjen H.A. Thalib masih menjadi sorotan terkait berbagai persoalan pelayanan dan manajemen rumah sakit yang mendapat perhatian DPRD maupun masyarakat. 


Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak manajemen RSUD Mayjen H.A. Thalib maupun Pemerintah Kota Sungai Penuh mengenai dasar penggunaan kata “JUARA” yang ditempatkan berdampingan dengan nama rumah sakit tersebut.


Publik pun berharap ada klarifikasi resmi agar tidak muncul anggapan bahwa fasilitas dan institusi pelayanan publik digunakan untuk mengangkat slogan yang identik dengan kepentingan politik tertentu, serta agar nama besar RSUD Mayjen H.A. Thalib tetap terjaga sesuai sejarah dan penghormatan yang telah diberikan oleh daerah kepada tokoh tersebut.(Tim)

Post Views: 90

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar