Hadiri Sosialisasi IRET, Wawako Azhar Hamzah Soroti Bahaya Hoaks dan Radikalisme

[email protected] 20 Juni 2026 2 menit baca
Bagikan:
Hadiri Sosialisasi IRET, Wawako Azhar Hamzah Soroti Bahaya Hoaks dan Radikalisme


MALALAI POS-SUNGAI PENUH- Upaya mencegah penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, hingga pemerintah desa harus memperkuat sinergi agar nilai-nilai persatuan dan toleransi tetap terjaga di tengah masyarakat.


Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, saat menghadiri Sosialisasi Akbar Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) yang digelar di Aula Kampus IAIN Kerinci, Jumat (19/6/2026). Kegiatan itu diikuti Bhabinkamtibmas, camat, dan kepala desa dari Kabupaten Kerinci serta Kota Sungai Penuh.


Hadir dalam kegiatan tersebut Kastagaswil Densus 88 AT Polri Jambi Kombes Pol. Beri Diatra, S.I.K., M.H., Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., Kapolres Kerinci AKBP Ramadhanil, S.H., S.I.K., M.H., Dandim 0417/Kerinci, Kepala Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, unsur Pengadilan Agama Sungai Penuh, Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian, S.E., M.M., dan Rektor IAIN Kerinci Dr. Jafar Ahmad, M.Si.


Azhar Hamzah mengatakan Pemerintah Kota Sungai Penuh terus mendukung berbagai langkah pencegahan paham IRET melalui pendekatan edukasi, kolaborasi, dan penguatan peran masyarakat. Menurutnya, pencegahan tidak cukup mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga harus dibangun melalui peningkatan pemahaman masyarakat sejak tingkat desa.


Ia menilai perkembangan teknologi informasi membawa tantangan baru dalam penyebaran paham radikal. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan literasi digital agar mampu memilah informasi yang benar, tidak mudah terpengaruh provokasi, serta tidak ikut menyebarkan konten yang mengandung ujaran kebencian maupun ajakan yang memecah persatuan.


Wawako juga menegaskan bahwa tokoh agama, tokoh adat, tenaga pendidik, dan aparatur pemerintah memiliki peran strategis dalam membangun karakter masyarakat. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, mereka dapat menanamkan nilai toleransi, moderasi beragama, saling menghormati, dan semangat kebangsaan kepada generasi muda.


Selain itu, Azhar mengajak seluruh peserta sosialisasi untuk menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat di lingkungan masing-masing. Ia berharap hasil sosialisasi tidak berhenti di ruang pertemuan, tetapi dapat diteruskan kepada warga sehingga kesadaran kolektif terhadap bahaya paham IRET semakin kuat.


"Kita harus menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penyebaran paham radikalisme maupun terorisme. Dengan kebersamaan, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif bagi seluruh masyarakat," tegas Azhar Hamzah.(Tim mL)

Post Views: 25

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar