Darurat Asap di Kerinci dan Sungai Penuh: Warga Desak Kepala Daerah Segera Liburkan Sekolah

[email protected] 11 September 2026 2 menit baca
Bagikan:
Darurat Asap di Kerinci dan Sungai Penuh: Warga Desak Kepala Daerah Segera Liburkan Sekolah

MALALAIPOS, ​KERINCI SUNGAI PENUH — Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus menyelimuti wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh dalam beberapa hari terakhir. Kondisi udara yang kini berada di ambang batas tidak sehat memicu keresahan luas di tengah masyarakat, khususnya para orang tua murid.

​Hingga saat ini, aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah-sekolah masih tetap berjalan seperti biasa. Situasi ini menuai sorotan tajam karena dinilai mengancam kesehatan fisik dan saluran pernapasan anak-anak usia sekolah.

Desakan Cepat Tanggap untuk Bupati dan Walikota

​Para orang tua murid bersama sejumlah elemen masyarakat mendesak Bupati Kerinci dan Walikota Sungai Penuh untuk tidak tinggal diam dan segera menunjukkan kepedulian nyata. Kebijakan tanggap darurat dinilai sangat mendesak demi melindungi keselamatan generasi muda dari dampak buruk polusi asap.

​Evaluasi Status Udara: Pemerintah daerah diminta segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengukur Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU secara akurat).

​Kebijakan Libur atau Belajar Daring: Jika kualitas udara terbukti berbahaya bagi kesehatan, kepala daerah diimbau untuk segera mengeluarkan instruksi peliburan sekolah sementara atau mengalihkan sistem pembelajaran ke metode daring (dalam jaringan).

​Distribusi Masker Gratis: Satgas terkait didesak untuk turun langsung membagikan masker medis standar khusus kepada anak-anak sekolah dan masyarakat umum yang beraktivitas di luar ruangan.

Ancaman Nyata ISPA bagi Anak-Anak

​Dinas Kesehatan setempat mengingatkan bahwa kelompok anak-anak merupakan demografi yang paling rentan terhadap paparan polusi udara dan partikel berbahaya (PM2.5) dari asap karhutla. Jika terus dibiarkan tanpa perlindungan, anak-anak terancam terserang berbagai gangguan kesehatan serius, di antaranya:

​Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

​Asma dan Bronkitis akut

​Iritasi mata dan tenggorokan

​"Kami sangat khawatir dengan kesehatan anak-anak. Setiap pagi kabut asap sangat tebal dan bau menyengat, tapi anak-anak tetap harus berangkat sekolah karena belum ada keputusan libur dari pemerintah," ujar salah satu warga Kerinci dengan nada cemas.

​Masyarakat kini menunggu langkah taktis dan kepedulian cepat dari para pemimpin daerah untuk segera mengambil kebijakan yang memprioritaskan kesehatan anak-anak di atas segalanya.

​(Tim)

Post Views: 42

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar