Progres Lamban, Pembangunan Pasar Beringin Jaya Sungai Penuh Didesak Tuntas 31 Oktober
MALALAIPOS, SUNGAI PENUH — Proyek pembangunan Pasar Beringin Jaya (yang segera berganti nama menjadi Pasar Sungai Penuh) di Kota Sungai Penuh tengah mendapat sorotan tajam. Masyarakat dan para pedagang, bersama para aktivis, menyatakan kekecewaan mendalam lantaran progres pembangunan di lapangan dinilai sangat lamban dan jauh dari harapan.
Padahal, pasar modern ini merupakan salah satu proyek strategis yang paling dinantikan kehadirannya oleh masyarakat serta ribuan pedagang lokal yang mendambakan fasilitas berniaga yang layak dan representatif.
Proyek pembangunan infrastruktur penting ini menelan anggaran fantastis mencapai Rp 46,8 miliar yang bersumber penuh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN 2026). Dalam perjalanannya, proyek ini sempat mengalami sejumlah kendala teknis maupun administratif, termasuk masa transisi pemerintahan sebelumnya.
Kendati demikian, para pedagang saat ini mengaku resah karena tenggat waktu yang semakin mendekat. Pasar tersebut bukan sekadar tempat berdagang semata, melainkan sudah menjadi urat nadi perekonomian rakyat sekaligus wajah utama Kota Sungai Penuh.
Melihat kondisi di lapangan yang masih menyisakan banyak pekerjaan, aliansi masyarakat dan aktivis Kerinci-Sungai Penuh mendesak pihak pelaksana proyek, yaitu PT Cimendang Sakti Kontrakindo, untuk bekerja lebih serius, menambah tenaga kerja, serta mempercepat target penyelesaian.
Desakan ini kian mendesak mengingat sumber pendanaan dari APBN 2026 memiliki batas waktu ketat (deadline) hingga 31 Oktober 2026. Penyelesaian proyek tepat waktu menjadi perhatian serius agar anggaran negara terserap secara optimal dan tidak merugikan masyarakat luas yang sudah terlalu lama menunggu.
"Pasar ini adalah pusat denyut nadi ekonomi rakyat. Kami mendesak PT Cimendang Sakti Kontrakindo tidak bekerja santai dan benar-benar fokus menuntaskan pekerjaan ini sebelum tenggat waktu berakhir pada 31 Oktober mendatang," ujar salah satu perwakilan aktivis kerinci sungai penuh.
Kini, ribuan pasang mata dari kalangan pedagang dan masyarakat Kota Sungai Penuh terus memantau ketat kinerja di lapangan, berharap janji penyelesaian proyek ini dapat ditepati demi kemajuan ekonomi daerah. (Afr)