Baru Selesai Dikerjakan, Proyek P3-TGAI di Desa Lolo Kecil Kerinci Sudah Retak-Retak

[email protected] 12 September 2026 2 menit baca
Bagikan:
Baru Selesai Dikerjakan, Proyek P3-TGAI di Desa Lolo Kecil Kerinci Sudah Retak-Retak


MALALAIPOS,KERINCI— Tim investigasi LSM GP2AM bersama media melakukan peninjauan langsung ke lokasi pekerjaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 di Desa Lolo Kecil, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci. Hasil pemeriksaan di lapangan sangat memprihatinkan — pekerjaan yang baru saja diselesaikan sudah terlihat retak-retak di sepanjang bangunan.

TEMUAN LAPANGAN: DUGAAN PELANGGARAN SOP

Berdasarkan pemeriksaan langsung tim GP2AM, ditemukan sejumlah kejanggalan dan dugaan pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP):

1. Tidak ada lantai kerja — Fondasi langsung diletakkan di tanah tanpa persiapan sesuai standar

2. Pondasi tidak seimbang & tidak kokoh — pondasi besar di bagian atas, sedangkan kecil di bawah ada di temu lebar berukuran 10–15 cm

3. Kualitas semen sangat rendah — Campuran berpasir berlebih, mudah hancur

4. Sudah retak sejak baru selesai — Padahal pekerjaan belum lama diserahkan, diduga tidak akan bertahan satu musim

DIpertanyakan: DIJADIKAN REBUTAN MENGATASNAMAKAN KELOMPOK TANI

Masyarakat setempat menyampaikan keprihatinan mendalam. Diduga kuat, di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, proyek P3-TGAI ini dijadikan rebutan oleh oknum yang mengatasnamakan nama kelompok tani di berbagai titik — terbanyak di Kecamatan Siulak dan Kecamatan Gunung Kerinci — padahal pelaksanaannya tidak dikerjakan oleh warga setempat dan tidak sesuai prinsip swakelola.

TUNTUTAN TEGAS LSM GP2AM

Hendri Wijaya, Ketua LSM GP2AM, secara tegas meminta Kementerian PUPR serta Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Jambi untuk:

- Segera menurunkan tim verifikasi independen ke seluruh lokasi P3-TGAI di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh

- Memberikan sanksi tegas kepada pihak yang melanggar prosedur dan mengatasnamakan kelompok tani secara tidak sah

- Mengevaluasi kinerja pengawasan Balai Wilayah Sungai Sumatera VI agar kerugian negara tidak terulang

- Membongkar dan membangun ulang seluruh pekerjaan yang tidak memenuhi standar, tanpa membebani masyarakat.

"Proyek ini seharusnya mensejahterakan petani, bukan dijadikan ladang keuntungan pribadi oknum. Jika dibiarkan, irigasi rusak, sawah kering, petani yang pada akhirnya menderita."

Sumber: LSM GP2AM — Gerakan Pengawasan Pengawalan Aparatur & Masyarakat

Tanggal: 12 September 2026

Lokasi:  Kabupaten Kerinci jambi

 

 

Post Views: 47

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar