Puluhan Tahun Diabaikan, Warga Depati Tujuh Kerinci Tagih Janji Perbaikan Jalan dan Tembok Penahan Sungai Merao

[email protected] 12 September 2026 2 menit baca
Bagikan:
Puluhan Tahun Diabaikan, Warga Depati Tujuh Kerinci Tagih Janji Perbaikan Jalan dan Tembok Penahan Sungai Merao


MALALAIPOS, KERINCI — Jalan Kabupaten Kerinci serta aliran Sungai Merao di Desa Baru Kubang dan Lubuk Suli, jalur menuju Kota Sungai Penuh, telah puluhan tahun diabaikan tanpa penanganan serius. Kondisi jalan rusak parah, berlubang, tergenang air, sementara Sungai Merao kerap meluap dan menenggelamkan rumah warga serta ribuan hektar sawah. Wilayah Kecamatan Depati Tujuh ini sudah diketahui sebagai daerah rawan bencana banjir, namun penanganan belum terlihat.

Belum Ada Tembok Penahan & Perbaikan Jalan

Hingga saat ini, tidak ada satupun pekerjaan tembok penahan dari Pemerintah Provinsi Jambi maupun Pemerintah Kabupaten Kerinci. Padahal perbaikan jalan sudah dibahas dan dianggarkan dalam APBD Kabupaten Kerinci, namun realisasinya tidak kunjung tampak di lapangan.

Kunjungan Gubernur & Bupati Belum Menghasilkan Solusi

Hendri Wijaya, Ketua LSM GP2AM, menegaskan:

"Gubernur Jambi bersama Bupati Kerinci sudah turun langsung berkunjung ke Desa Baru Kubang dan Desa Lubuk Suli saat terjadi banjir di Kecamatan Depati Tujuh. Namun kunjungan tersebut belum menyadarkan hasil nyata bagi masyarakat. Janji pertolongan belum diwujudkan menjadi tembok penahan dan perbaikan jalan yang kami butuhkan setiap hari."

Kinerja DPRD Dapil III Dipertanyakan

Puluhan desa di Kecamatan Depati Tujuh mempertanyakan kinerja dan reses Anggota DPRD Kabupaten Kerinci Daerah Pemilihan III yang mewakili wilayah ini, yaitu:

- Partai NasDem — 3 kursi

- Partai Gerindra — 1 kursi

- Partai Golkar — 1 kursi

- Partai PKB — 1 kursi

Meski diwakili oleh sejumlah anggota dewan, keprihatinan masyarakat belum mendapatkan jawaban. Jalan rusak dan Sungai Merao yang mengancam keselamatan warga hingga kini belum ditangani.

TUNTUTAN TEGAS

LSM GP2AM bersama masyarakat menuntut:

-Bupati Kerinci — Realisasikan anggaran perbaikan jalan & bangun tembok penahan Sungai Merao sesuai APBD

-Gubernur Jambi & Dinas PUPR Provinsi Jambi — Tangani sungai rawan luapan sebagai prioritas daerah bencana

-DPRD Dapil III Kerinci — Awasi pelaksanaan anggaran, perjuangkan hak konstituen secara nyata, bukan sekadar kunjungan

-Dinas PUPR Kabupaten Kerinci — Segera perbaiki jalan rusak Desa Baru Kubang–Lubuk Suli sesuai standar

-BPBD Kabupaten Kerinci — Tetapkan penanganan Sungai Merao sebagai prioritas tanggap darurat

-Transparansi anggaran agar masyarakat dapat memantau setiap tahap pelaksanaan

"Banjir datang, sawah rusak, jalan putus. Kami tidak butuh janji lagi — kami butuh tembok penahan dan jalan yang layak sekarang juga."

— Hendri Wijaya, Ketua LSM GP2AM Gerakan Pengawasan Pengawalan Aparatur & Masyarakat



 

Post Views: 66

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar