MALALAIPOS, SUNGAI PENUH — Kebijakan mengejutkan terjadi di lingkungan dunia pendidikan Kota Sungai Penuh. Sejumlah Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) mendadak diberhentikan dari jabatannya pada Kamis, 17 September 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebijakan mendadak ini dieksekusi oleh Wali Kota Sungai Penuh melalui Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh. Setidaknya ada lima kepala sekolah definitif yang dinilai dicopot secara sepihak tanpa adanya aba-aba, peringatan, ataupun instruksi sebelumnya.
Adapun kelima pimpinan sekolah tingkat pertama yang menjadi korban pemberhentian mendadak ini meliputi:
Kepala Sekolah SMPN 1 Kota Sungai Penuh
Kepala Sekolah SMPN 4 Kota Sungai Penuh
Kepala Sekolah SMPN 8 Kota Sungai Penuh
Kepala Sekolah SMPN 12 Kota Sungai Penuh
Kepala Sekolah SMPN 13 Kota Sungai Penuh
Proses pergantian yang terkesan terburu-buru dan tanpa alasan yang transparan ini memicu tanda tanya besar di kalangan masyarakat serta insan pendidik. Terlebih lagi, beberapa dari kepala sekolah yang dicopot tersebut dikenal memiliki rekam jejak dan prestasi yang baik selama memimpin sekolah masing-masing.
"Ya dapat info, sejumlah kepsek SMPN di Kota Sungai Penuh mendadak diberhentikan hari ini. Ada lima kepsek yang diberhentikan dan diminta segera melakukan serah terima jabatan besok," ujar salah satu sumber terpercaya yang enggan disebutkan namanya.
"Setahu kami, beberapa kepsek yang diberhentikan tersebut justru merupakan kepsek yang berprestasi. Hal ini tentu menimbulkan tanda tanya besar, ada apa sebenarnya dengan Wali Kota Sungai Penuh ini?" tambahnya dengan nada heran.
Kebijakan yang dinilai kacau ini dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas manajerial serta proses kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah yang bersangkutan, mengingat instruksi serah terima jabatannya pun dijadwalkan berlangsung secara mendadak pada keesokan harinya.
Hingga berita ini diterbitkan, Wali Kota Sungai Penuh maupun Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh belum memberikan keterangan resmi atau tanggapan apapun terkait alasan di balik pencopotan mendadak kelima kepala sekolah tersebut. (Tim)