Objek Wisata Kabupaten Kerinci Dikelola Pihak Ketiga, Sanggup kah Berantas Pungli?

[email protected] 21 Maret 2026 2 menit baca
Bagikan:
Objek Wisata Kabupaten Kerinci Dikelola Pihak Ketiga, Sanggup kah Berantas Pungli?


MALALAI POS, KERINCI- Kabupaten Kerinci yang dikenal dengan branding wisata provinsi Jambi, tapi sayang seribu sayang sering terjadi pungutan liar di objek wisata di setiap Hari Raya idul Fitri.


Apalagi pemerintah kabupaten kerinci menyerahkan objek wisata dikelola oleh pihak ketiga.


Bukan tanpa alasan, disetiap tahun,di libur lebaran hari Raya idul Fitri, nama branding wisata provinsi Jambi sering tercoreng, dikarenakan tidak mematuhi perda yang berlaku,dari harga tiket masuk objek wisata sampai ke parkir.


Dikutip dari Perda No 1 tahun 2024, tentang retribusi jasa usaha/tempat rekreasi objek daya tarik wisata (ODTW), untuk wisatawan Nusantara dihari libur , untuk anak-anak Rp.5000/orang,dan untuk dewasa Rp.10.000/orang.


Namun sayang seribu sayang pihak ketiga kadang-kadang tidak mentaati perda tersebut.


Kejadian ini hampir setiap tahun terjadi disetiap libur lebaran di hari Raya idul Fitri.


Beberapa tahun lalu ada istilah jalan tol di objek wisata danau kerinci, cuma ingin lewat harus bayar juga.


Pemungutan liar, bukan hanya terjadi di objek wisata danau kerinci, tapi di objek wisata air panas semurup,aroma pecco dan air terjun Telun berasap.


Salah satu pencinta wisata kerinci,Niko Setiawan, yang selalu menyuarakan tentang kesadaran SADAR WISATA.


"Sadar wisata itu penting, wisata akan maju karena ada kesadaran sadar wisata dari semua elemen masyarakat, ungkapnya “.


Tak sampai disitu,Niko juga berpesan kepada pemerintah, agar nama branding wisata ini harus dijaga, jangan sampai sakti alam kerinci dengan julukan negeri sekepal tanah surga ini tercoreng oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan di hari Raya idul Fitri.


“Mari kita sama-sama menjaga dan merawat keindahan alam kerinci,alam yang asri, wisata kebanggaan provinsi Jambi tetap menjadi tempat para perantau melepaskan rindu bila pulang kampung, tutupnya”.(Aa)

Post Views: 580

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar