MALALAIPOS, SUNGAI PENUH — Suasana penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Sungai Penuh diwarnai ketegangan. Seorang oknum pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sungai Penuh inisial (AC) diduga menunjukkan sikap arogan dan hampir melayangkan pukulan kepada seorang perempuan pedagang kaki lima tepatnya dijalan jendral sudirman, sebelum akhirnya dilerai oleh personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang berada di lokasi.
Peristiwa ini menuai kecaman keras dari pihak keluarga korban yang menyayangkan tindakan emosional aparat di lapangan.
Kronologi Kejadian: Diduga Berawal dari Pengungkitan Masa Lalu
Menurut keterangan pihak keluarga korban, insiden tersebut bermula ketika petugas gabungan mendatangi lokasi untuk melakukan penggusuran dan penertiban pedagang.
Di tengah proses tersebut, oknum Dishub yang bersangkutan datang kembali ke lapak pedagang tersebut. Korban yang mengenali wajah oknum tersebut lantas menegurnya dengan mengingatkan kejadian beberapa tahun silam.
"Bukannya bapak ini dulu yang meminta uang (pungli)?" ujar korban saat itu, seperti ditirukan oleh pihak keluarga.
Mendengar masa lalunya diungkit di muka umum, oknum Dishub tersebut langsung tersulut emosi dan marah besar. Kemarahannya diduga tidak hanya karena penertiban hari itu, tetapi juga dipicu oleh dendam lama akibat aksi pungutan liar (pungli) di masa lalu yang gagal.
Pihak keluarga membeberkan bahwa beberapa tahun lalu, oknum Dishub tersebut pernah mendatangi korban dan diduga memaksa meminta sejumlah uang pungli sebesar Rp500.000.
Namun, permintaan tersebut gagal lantaran korban saat itu melawan dan menolak untuk memberikan uang yang diminta.
"Mungkin beliau ada dendam lama karena dulu diduga gagal memeras pedagang. Begitu tadi pagi diungkit soal pungli lama itu, beliau langsung naik pitam dan nyaris meninju keluarga kami, beruntung sempat dicegah oleh anggota Pol PP," ungkap perwakilan keluarga korban dengan nada kecewa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga korban berharap agar instansi terkait, khususnya Dinas Perhubungan Kota Sungai Penuh, dapat menindak tegas oknum aparatur yang dinilai telah mencoreng nama baik instansi dan bertindak arogan kepada masyarakat kecil.
Sementara itu, Dishub kota Sungai penuh ketika dikonfirmasi terkait masalah ini melalui pesan whatsaap ke bidang sarpras pada Selasa, 15/9/26 menyampaikan bahwa ini bidang lalu lintas, silakan dikonfirmasi ke bidang lalu lintas, dan hingga berita ini dipublis Kabid lalu lintas dinas perhubungan kota sungai penuh belum diperoleh tanggapan resminya tentang kejadian ini. (Tim)