MALALAIPOS, SUNGAI PENUH – Praktik pelansiran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite diduga masih marak terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sungai Liuk, Kota Sungai Penuh.
Meski beberapa pekan lalu Polres Kerinci baru saja mengamankan pelaku penimbunan, aktivitas ilegal ini tampaknya sama sekali tidak membuat para pelaku jera.
Pantauan langsung di lapangan pada Kamis sore (25/06/2026), antrean kendaraan di SPBU Sungai Liuk terlihat padat. Ironisnya, di tengah antrean warga yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM, tampak beberapa sepeda motor berkapasitas mesin besar dengan bak penampung yang dirancang khusus (modifikasi) ikut mengantre secara bolak-balik tanpa hambatan.
Menurut penuturan salah satu sumber berita yang saat itu sedang ikut mengantre Pertalite, aktivitas mencurigakan ini seolah dibiarkan begitu saja.
"Kami yang mengantre normal kesulitan, tapi motor-motor dengan bak besar modifikasi itu dengan leluasa bolak-balik mengisi minyak. Kuat dugaan ada keterlibatan oknum petugas SPBU dalam memuluskan aksi pelansiran BBM subsidi ini," ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi ini memicu kemarahan warga, mengingat beberapa pekan lalu jajaran Polres Kerinci yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim baru saja menangkap seorang pelaku penimbunan BBM subsidi berinisial RS (28), warga Desa Koto Dua Sungai Liuk. Namun, penegakan hukum tersebut rupanya belum memberikan efek jera (deterrant effect) bagi pelaku lainnya.
Maraknya kembali aksi pelansiran ini membuat masyarakat mendesak pihak kepolisian untuk tidak tebang pilih. Polres Kerinci diminta segera turun tangan dan memberikan tindakan yang jauh lebih tegas, tidak hanya kepada para pelansir di lapangan, tetapi juga terhadap manajemen atau oknum petugas SPBU Sungai Liuk yang diduga ikut bermain mata.
Sampai berita ini diturunkan, masyarakat berharap penuh agar Polres Kerinci segera melakukan penertiban secara berkala guna memastikan BBM bersubsidi jenis Pertalite tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan pribadi. (Red)